Faktor Penyebab Obesitas Pada Remaja

Penyebab obesitas pada remaja, secara umum remaja yang secara intens mengkonsumsi kalori lebih dari yang mereka butuhkan akan mendapat berat badan lebih. Jika ini tidak ditanggulangi lebih awal, anak akan menjadi gemuk dari waktu ke waktu. Hanya kelebihan 100 kalori ( setara dengan 225 gram minuman ringan) di atas kebutuhan sehari-hari, biasanya akan menghasilkan kelebihan berat badan sekitar 4 kg dalam satu tahun. Banyak faktor yang memberikan kontribusi terhadap ketidakseimbangan ini.
Faktor Penyebab Obesitas Pada Remaja
Faktor genetik
Gemuk atau kurus badan seseorang sesungguhnya bergantung pada faktor DNA. Arti dari DNA di sini adalah merupakan komponen molekul dasar bahan genetika, yang tersusun atas neoktivida yang disatukan sedemikian rupa dalam membuat untaian yang sangat panjang.

Baca :  Jas Hujan Jokowi Buat Kamu Tetap Stylish Meski sedang Hujan

Sel penyebab kegemukan itu sudah ada pada diri manusia sejak awal kelahiran bayi. Sejumlah sel penyebab kegemukan itu akan bertambahnya usia yang terus mengadakan reaksi sampai pada usia lanjut. Air alkali ph tinggi dapat membantu mengurangi kegemukan melalui air yang dikonsumsi. Remaja yang memiliki orang tua dengan badan gemuk akan mewariskan tingkat metabolisme yang rendah dan memiliki kecenderungan kegemukan bila dibandingkan dengan remaja yang memiliki orang tua dengan berat badan normal.

Kebiasaan makan
Kebiasaan makan remaja kini telah bergeser jauh, dari makanan yang sehat ( seperti buah-buahan, sayuran, gandum, dan padi-padian ) menjadi kebergantungan terhadap makanan-makanan berisiko seperti makanan cepat saji, makanan ringan olahan, dan minuman manis. Makanan – makanan ini cenderung tinggi lemak dan kalori. Salah satu cara menghindari minuman manis adalah dengan mengetahui manfaat minum air alkali. Pola lainnya yang terkait erat dengan obesitas adalah kebiasaan makan ketika remaja tidak lapar dan makan sambil menonton tv atau bermain games, atau melakukan pekerjaan rumah.

Baca :  Biodata Pemain Mahluk Manis dalam Bis, Mulai dari Kisah Asmara Hingga Konflik dalam Keluarga

Status sosial ekonomi
Keluarga dengan pendapatan tinggi dapat membeli makanan apa pun, termasuk makanan sehat bergizi namun juga makanan tinggi kalori/ lemak/gula, junk food, fast food, soft drink, yang merupakan penyumbang besar terhadap masalah obesitas. Sebaliknya, keluarga dengan pendapatan rendah cenderung mengonsumsi makanan yang kurang bergizi sehingga sering mengantarkan mereka pada kondisi buruk.

Kategori : Review
Tag :