Estetika Kanso dalam Dekorasi Minimalis

Setujukah kalian jika kafe-kafe atau restoran dengan konsep minimalis cenderung memiliki suasana yang lebih nyaman meskipun ramai pengunjungnya? Jika kalian merupakan golongan yang setuju tentang persepsi itu mungkin saja kalian menyukai konsep desain interior minimalis.

Dalam beberapa tahun terakhir, konsep minimalis tidak hanya digunakan pada eksterior atau interior rumah dijual, kafe-kafe dan restoran pun ikut mengadopsinya.

Kesederhanaan dalam penataannya, pewarnaan yang dipilih, hingga pencahayaan natural merupakan sistem dari konsep minimalis yang bertujuan untuk menciptakan ketenangan dan kenyamanan dalam hunian.
Estetika Kanso Dalam Dekorasi Minimalis
Namun, bagi kalian yang mengadopsinya di hunian kalian, pernahkah kalian mengalami suasana yang tidak nyaman atau menenangkan? Jika iya, berarti ada kesalahan dalam pengaplikasian konsep minimalis dalam menata interior hunian kalian.

Minimalis diketahui datang dari filosofi budaya Zen dari Jepang dimana menekankan kebebasan dan esensi hidup pada sebuah bangunan. Untuk meningkatkan kebebasan dan esensi hidup dalam sebuah bangunan, diperlukan sebuah sistem estetika seperti ajaran feng shui. Dalam filosofi budaya Zen, sistem estetika tersebut bernama Kanso.

Kanso merupakan salah satu bagian dari 7 prinsip estetika Zen bersama dengan Fukinsei (asimetri), Seijaku (diam), Shizen (kealamian), Koko (penghematan), Datsuzoku (kebebasan dari keterikatan duniawi), dan Yugen (kedalaman halus).

Kanso dipahami sebagai sebuah ajaran penciptaan atmosfer lingkungan yang sederhana dengan cara menahan diri dari penambahan elemen-elemen yang berlebihan dalam sebuah ruangan.

Dalam inti ajaran estetika Kanso, sistem ini cenderung tidak memikirkan cara dekorasi, namun kepada menghilangkan elemen-elemen yang tidak penting guna menjauhkan nuansa kekacuan dalam rumah.

Pada pengaplikasiannya, terdapat beberapa konsep yang ditelaah dari sistem estetika Kanso.

Minimalisme
Dalam sistem estetika Kanso, minimalisme berarti meminimalkan penggunaan furnitur-furnitur atau benda-benda di dalam sebuah ruangan guna memunculkan kesan lebih lega dan memberikan ruang yang lebih untuk para pemukim.

Lebih lanjtu pada pemilihan furnitur atau aksesoris, Kanso menyarankan untuk memilih furnitur yang sederhana atau aksesoris berpola polos atau pola yang tidak terlalu artistik. Semakin sedikit barang-barang yang ditempatkan, akan semakin baik dan mengarah kepada nuansa yang tenang dan damai.

Suplai Energi Positif
Seperti halnya feng shui, Kanso juga berfokus pada aliran dan pergerakan energi dalam sebuah ruangan. Guna memunculkan energi positif pada ruangan, kalian harus memperhatikan sejumlah faktor-faktor misalnya pengarutan sirkulasi saluran udara pada setiap ruangan, penataan furnitur, serta faktor pencahayaan yang masuk ke dalam hunian. Semakin sedikit penggunaan furnitur yang kurang penting, akan semakin banyak energi positif yang tercipta.

Keseimbangan
Keseimbangan berkaitan dengan elemen-elemen yang hadir pada ruangan anda. Kanso menganggap mulai dari ukuran hingga jumlah komposisi dari elemen-elemen dapat menentukan nuansa dari ruangan tersebut. Komposisi juga berkaitan dengan penataan dan kerapihan dari elemen-elemen tersebut. Semakin seragam, pandangan mata dan nuansa yang hadir dikatakan akan lebih baik.

Biantara Khalifamusta

Berbagi informasi itu indah dan menawan. Soo jangan pernah untuk tidak pernah berbagi ya :)