Dosen IPB, Kebanggaan Bogor Sekaligus Kebanggaan Seluruh Indonesia

IPB atau Institut Pertanian Bogor merupakan salah satu perguruan tinggi yang terkenal di Indonesia. Inovasi dan kreativitas adalah salah satu Andalan dari perguruan tinggi yang berlokasi di Jl. Raya Dramaga ini. Didirikan pada tahun 1963, IPB selalu mengalami perkembangan hingga saat ini. Semua ini tidak lepas dari berkualitasnya para dosen IPB.

Selain mendidik para mahasiswa menjadi seorang ahli di bidangnya, dosen IPB juga memiliki beragam prestasi yang sangat patut dijadikan teladan bagi para mahasiswa di IPB maupun di seluruh Indonesia. Bahkan, prestasi tersebut bukan hanya di level lokal saja, namun hingga level internasional. Berikut ini adalah beberapa prestasi yang telah ditorehkan oleh para dosen IPB.

Sekilas tentang Dosen IPB

Sejak didirikan pada tahun 1963 hingga sekarang, tercatat sudah ada 1300 orang yang pernah mencicipi sebagai seorang tenaga pendidik. Selain berkewajiban untuk membagikan ilmu, mereka juga memiliki dedikasi tinggi untuk membentuk karakter para mahasiswanya agar memiliki karakter-karakter yang positif, seperti persistensi, jiwa pengusaha, kreativitas, dan inovasi tanpa henti.

Prestasi yang Telah Ditorehkan Para Dosen IPB

1. Mendapatkan penghargaan dari presiden Prancis

Prestasi ini diukir oleh Dr. Ika Amalia Kartika, seorang dosen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB. Beliau mendapat penghargaan atas karyanya yakni memanfaatkan biji buah nyamlung sebagai biodesel. Hal ini mendapat apresiasi dari presiden Prancis karena dampaknya yang sangat vital bagi kestabilan lingkungan di masa depan.

Buah nyamplung memang banyak dijumpai di Indonesia, kebanyakan berada di pesisir pantai dan tepi sungai. Akan tetapi, biji buah nyamplung masih belum banyak yang bisa memanfaatkannya untuk kebutuhan sehari-hari. Inilah yang coba digali oleh Dr. Ika. Beliau memperkenalkan penemuannya di kegiatan yang diinisiasi pemerintah Prancis, Make Our Planet Great Again pada tahun 2018 dan mendapat penghargaan.

2. Mendapat juara kedua dosen berprestasi nasional pada tahun 2010

Beliau adalah seorang dosen Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB. Drh. Rizal Damanik, MrepSc, PhD berhasil menduduki peringkat kedua dosen berprestasi tingkat nasional pada tahun 2010. Gelar tersebut didapatkan berkat penelitiannya, yakni mengenai manfaat dari daun torbangun atau Coleus Amboinicus Lour untuk meningkatkan kualitas ASI.

Penelitian tersebut terlahir dari keresahan mengenai masih tingginya persentase malgizi yang ada di Indonesia. Hal ini dikarenakan masih banyak ibu menyusui yang tidak sanggup memenuhi nutrisi yang dibutuhkan, baik untuk bayi maupun untuk ibu menyusui tersebut. Dari masalah tersebut, Dr. Rizal Damanik mencoba mencari solusi atar permasalahan itu.

Sayur torbangun, salah satu tumbuhan yang terdapat di Batak, Sumatera Utara, sering dimanfaatkan warga setempat sebagai penstimulasi air susu. Akan tetapi, karena status tanaman ini yang masih tergolong tanaman liar membuat perhatian para peneliti sedikit rendah. Dr. Rizal Damanik memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan penelitian dan hasilnya mengantarkan beliau mendapat penghargaan tersebut.

3. Juara pertama L’Oreal-UNESCO For Women in Science tahun 2018

Selanjutnya, prestasi membanggakan dipersembahkan oleh Dr. Dr. Yessie Widya Sari, M.Si, dosen dari Departemen Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, IPB. Tak segan-segan, beliau menyabet peringkat pertama L’Oreal-UNESCO For Women in Science tahun 2018 dengan peneitiannya mengenai kemasan makanan berbasis bioplastik.

Itulah sedikit dari sekian banyak prestasi yang ditorehkan oleh dosen IPB yang sekaligus mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional. Masih banyak prestasi para dosen IPB, seperti pemenang penghargaan LIPI Sarwono Award XVII oleh Prof. Dr. Daniel Murdiyarso, dan masih banyak lagi. Prestasi ini bukanlah akhir, namun masih langkah awal untuk meraih prestasi-prestasi berikutnya.

Biantara Khalifamusta

Berbagi informasi itu indah dan menawan. Soo jangan pernah untuk tidak pernah berbagi ya :)

Mungkin Anda Menyukai