Alasan Mengapa Urin Berwarna Kuning dan Ketahui Mineral di Dalamnya

Cara tubuh manusia melakukan ekskresi cukup beragam, mulai dari berkeringat melalui kulit hingga buang air kecil. Ketika buang air kecil, kamu pasti memperhatikan warna urin yang keluar. Umumnya berwarna bening saat lancar, dan agak kuning ketika kurang minum air. Akan tetapi, sebenarnya mengapa urin berwarna kuning? padahal kamu mengonsumsi air bening. Mari ulas alasan tersebut secara rinci.

Penyebab Urin Berwarna Kuning

Seperti yang kita tahu, cairan yang biasa kita konsumsi memiliki warna yang bermacam-macam. Terlebih bagi yang suka minum minuman selain air bening, biasanya warna minuman tersebut sangat beragam, mulai dari putih, merah, kuning, hijau, coklat, dan lain-lain. Meskipun begitu, ketika buang air kecil, urin yang keluar tetap berwarna bening. Hanya saja, ketika kurang mengonsumsi air, terkadang warna urin menjadi kuning, dan semakin pekat ketika cairan yang kamu konsumsi sangat sedikit.

Ternyata, warna kuning yang ada pada urin tersebut dipengaruhi oleh zat yang disebut urobilin. Zat ini merupakan limbah dari tubuh kita yang dapat terlarut dalam air. Tentu saja, limbah tersebut meliputi zat-zat tertentu saja contohnya seperti urea, kreatinin, dan asam urat. Bahkan terkadang hormon tertentu dalam tubuh serta kandungan enzim dan garam mineral akan memengaruhi perubahan warna urin kamu.

Warna kuning pada urin juga disebabkan karena pigmen urochrome. Berkat pigmen ini, warna urin yang biasanya transparan atau bening, bisa menjadi tampak kuning, dan akan berubah-ubah sesuai faktor penyebabnya.

Contohnya, ketika dehidrasi, urobilin pada urin akan lebih pekat, sehingga warna urin jadi lebih kuning. Atau ketika kamu selesai makan sesuatu seperti bit, biasanya urin akan ikut berwarna merah sama seperti bit. Bahkan, warna urin bisa menjadi biru karena konsumsi obat tertentu.

Hanya saja, apabila warna urin tiba-tiba menjadi lebih pekat tanpa penyebab yang pasti, dan bahkan kamu merasa sakit ketika buang air. Ada baiknya segera berkonsultasi kepada dokter untuk mendapat penanganan medis yang tepat.

Zat Sisa yang Terkandung dalam Urin

Dikarenakan urin merupakan zat yang biasa dibuang tubuh, di dalamnya memiliki kandungan mineral tertentu yang berasal dari proses metabolisme tubuh. Zat-zat sisa tersebut meliputi urea dan sodium.

Urea dalam urin biasanya dihasilkan oleh metabolisme protein. Meskipun dapat dibuang dengan cara lain, tetapi sebagian urea akan dibuang lewat urin yang dihasilkan tubuh. Tidak heran, jika jumlah urea yang ada dalam urin kerap dijadikan sebagai penanda seberapa banyak asupan protein yang sudah kamu cerna saat itu.

Sedangkan untuk sodium, merupakan mineral yang berasal dari makanan-makanan yang kamu konsumsi. Sodium ini juga menjadi semacam pengontrol volume cairan tubuhmu. Ginjalmu dapat menyesuaikan seberapa banyak sodium yang perlu dibuang, hanya saja penyesuaian ini masih terbatas sehingga ada baiknya tidak mengonsumsi makanan dengan kandungan sodium secara berlebihan, supaya ginjal tidak kewalahan. Namun, untungnya sodium tidak hanya bisa dikeluarkan lewat urin, tetapi juga bisa lewat usus maupun penguapan.

Selain dua zat tersebut, urin juga mengeluarkan beberapa zat lainnya meskipun dalam jumlah yang lebih kecil. Antara lain adalah ammonia, asam urat, oxalate, dan mineral-mineral seperti kalsium, magnesium, potasium, dan fosfor. Jumlahnya pengeluaran zat-zat ini tidak tentu, tergantung makanan seperti apa yang sedang kamu konsumsi saat itu.

Itu tadi adalah penjelasan singkat mengapa urin berwarna kuning beserta kandungan mineral apa saja yang biasa terdapat di dalam urin.

Biantara Khalifamusta

Berbagi informasi itu indah dan menawan. Soo jangan pernah untuk tidak pernah berbagi ya :)

Mungkin Anda Menyukai